Monday, July 13, 2015

Gojek Go tiGGer Go!

Satu kata untuk transportasi Jakarta: macet!

Pesatnya laju pertumbuhan mobil, ketaktersediaan transportasi massal yang nyaman, memperlihatkan negara lamban hadir di sektor ini. Maka lahirlah solusi personal. Jumlah sepeda motor melonjak drastis. Makin macet.

Meski bukan solusi terbaik, tapi keberadaan ojek terasa membantu. Postur ramping sepeda motor memungkinkan moda transportasi ini menyelinap di antara kemacetan. Karena itu ojek, jasa antar pakai sepeda motor, menjadi pilihan saat kepepet.

Ojek adalah peluang bisnis di kota besar. Tak heran bila kemudian usaha yang semula dilakukan perorangan ini dilirik pemilik modal, hingga lahirlah gojek, sebuah perusahaan penyedia jasa ojek yang saat ini telah beroperasi di beberapa kota selain Jakarta.

Suatu kali, tiGGer ––tepatnya pemilik tiGGer–– mengejar waktu mengejar janji. Setiba di bandara Halim Perdana Kusuma, sore sudah jam lima.  Gojek Jadi pilihan. Pesan lewat aplikasi di smart-phone. Tarif murah. Jarak 23 kilometer, Bandara Halim Perdana Kusuma – Pondok Cabe, hanya bayar Rp 10 ribu. Ya, sedang promo.


Saat ini, ia bisa dianggap solusi. Itu saja. ###

No comments:

Post a Comment