Showing posts with label Pelesir Kopi. Show all posts
Showing posts with label Pelesir Kopi. Show all posts

Sunday, July 26, 2015

Secangkir Kopi Sepenembakan Meriam

Letaknya tersembunyi. Hanya sepenembakan meriam kuno dari Keraton Yogyakarta. Cocok untuk yang ingin menikmati secangkir kopi dengan suasana tenang.

Persinggahan tiGGer ke kedai kopi ini pun tanpa sengaja. Teman seperjalanan tiGGer sedang mencari tempat untuk mengerjakan satu tulisan yang harus dikirim hari itu juga. Pilihannya jatuh pada kedai kopi. Hanya beberapa jam sebelum kereta Yogya – Blitar datang menjemput.

Beberapa saran yang dimintakan ke beberapa kerabat melalui pesan ponsel tampaknya tak cocok.

Tuesday, July 7, 2015

Ngopi di Kota Hujan

Kopi dan hujan, bagi peminum kopi adalah paduan yang pas. Bagaimana dengan “Ngopi di Kota Hujan”?

Jika sedang melancong ke “kota hujan”, Bogor, singgahlah ke Rumah Kopi Ranin. Sebuah kedai yang dikelola sepasang karib yang lama bergiat di pengembangan pertanian Indonesia. Tejo Pramono dan Uji Sapitu.

Bukan berlebihan jika disebut kelahiran kedai ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pertanian dan nasib petani Indonesia. Uji lama bergiat di kegiatan merawat lahan perkebunan yang sudah lama tak terurus. Tejo aktif di La Via Campesina (serikat petani sedunia) yang bergerak untuk kebangkitan petani gurem (peasant).

Maka, lahirlah Rumah Kopi Ranin. Nama Ranin merupakan singkatan dari “Rakyat Tani Indonesia”. Sebuah kedai yang membeli biji-biji kopi eksotis secara langsung dari petani dari berbagai daerah di Nusantara. Rumah Kopi Ranin menyediakan banyak pilihan kopi single origin. Mulai dari kopi Gayo Aceh, Linthong, Mandheling, Java Preanger, Kepahyang, Toraja, hingga kopi Wamena Papua. Kopi-kopi eksotis ini bisa dinikmati dengan harga belasan ribu per cangkir. Murah!