Bukan Marlboro. Tapi Malioboro.
Nama sebuah jalan yang hanya berpanjang sekitar setengah kilometer. Inilah ruas
jalan yang menjadi pusat kawasan wisata terbesar di Yogyakarta.
Trotoarnya dipenuhi dengan
pertokoan dan warung kecil yang menyediakan bermacam barang dagangan. Utamanya
oleh-oleh khas kota Yogyakarta atau biasa disebut Jogja. Mulai dari cemilan
hingga karya kerajinan. Pada malam hari, tepiannya dipenuhi dengan tempat makan
dengan konsep lesehan.
Jalan pendek ini menjadi
perwujudan konsep tata kota Jawa Kuno. Menjadi bagian dari sumbu imajiner Utara
– Selatan yang menghubungkan Laut Selatan dan Gunung Merapi dengan keraton
berada di tengah-tengah.
Asal mula nama jalan ini
