Showing posts with label Pelesir Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Pelesir Sejarah. Show all posts

Sunday, July 26, 2015

[Susur Sisi Musi] Kemarau Cinta Pulau Kemaro



“If you jump, I jump”

 Kutipan yang berasal dari film Titanic ini ternyata sudah lama dilakukan oleh sepasang kekasih untuk membuktikan kesetiaan cinta mereka dan terbentuklah sebuah legenda.

Alkisah, sepasang kekasih itu berasal dari dua ras yang berbeda. Seorang pedagang juga pangeran berasal dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann, datang ke Palembang untuk berdagang. Di sana ia bertemu dengan seorang perempuan cantik bernama Siti Fatimah, puteri dari Raja kerajaan Sriwijaya dan ingin meminangnya. 

Sebelum dipinang, Siti Fatimah diajak oleh Tan Bun Ann menemui orang tuanya di daratan Cina. Sepulang dari daerah asal Tan Bun Ann, mereka membawa tujuh buah guci, hadiah dari orang tua Tan Bun Ann. Dikatakan, tujuh guci yang mereka bawa pulang berisi emas. Tan Bun Ann segera membuka satu guci tersebut dan ternyata berisi sawi-sawi busuk.

Mujair Mbah Moejair

Penemuan hebat seringkali terjadi di tangan “orang-orang biasa”. Contoh sederhananya bisa ditemukan pada ikan mujair yang kini dikenal sebagai salah satu ikan budidaya air tawar di Indonesia.

Awalnya, jenis ikan bernama latin Oreochromis mossambicus atau dikenal dengan nama populer Mozambique tilapia. Kadang disebut “Java tilapia”. Secara alami, jenis ikan ini tersebar di perairan Afrika dan Indonesia.

Nama mujair datang dari Mbah Moedjair. Lelaki dari desa Papungan, kabupaten Blitar, kelahiran tahun 1890. Suatu hari ia tertarik pada jenis ikan yang ia temukan pantai Serang, Blitar. Ikan dengan beberapa keistimewaan. Toleran terhadap salinitas (kadar garam di air) dan cepat berkembangbiak.

Mbah Moedjair terniat membudidayakan ikan yang berkembang secara alami di alam bebas itu. Beberapa percobaan dilakukan. Berkali pula gagal. Ikan yang dari pantai tersebut tak bertahan hidup di air tawar. Percobaan demi percobaan dilakukan untuk membuat sang ikan mampu hidup di air tawar. Setiap kali gagal, Mbah Moedjair bolak-balik pergi dari rumahnya di Desa Papungan ke Pantai Serang. Berjalan kaki sejauh 35 km.

Dengan mengubah-ubah perlakukan,

Legacy of the Three Kingdoms in Jawa

Sejarah banyak candi di Indonesia biasanya berkaitan dengan satu kerajaan. Barangkali Candi Panataran satu-satunya yang berbeda. Candi ini menjadi sejarah tiga kerajaan penting di tanah Jawa Kuno.

Dibangun pada masa kerajaan Kediri, dirawat dan difungsikan tempat pemujaan dan tempat pengangkatan raja-raja dan bangunan penting selama periode Singasari hingga era Majapapahit. Berdasar prasasti Palah, Panataran mulai dibangun sekitar tahun 1194, atas kehendak Raja Srengga dari Kerajaan Kediri.

Dalam kitab Negarakertagama Candi Panataran ditulis dengan nama Candi Palah. Dikisahkan candi ini kerap didatangi Hayam Wuruk, raja Majapahit, untuk sembahyang. Memuja Hyang Acalapati atau Girindra, Raja gunung dalam kepercayaan Hindu Syiwa. Diduga ini ada kaitan dengan penempatan candi ini dengan Gunung Kelud.


Kompleks candi warisan tiga kerajaan Jawa Kuno ini dianggap kompleks candi terluas dan paling terawat di Jawa Timur ini?  Hanya 12 km ke arah utara dari kota Blitar. ###

Thursday, July 16, 2015

Welcome to Malioboro (Tanpa) Country!

Bukan Marlboro. Tapi Malioboro. Nama sebuah jalan yang hanya berpanjang sekitar setengah kilometer. Inilah ruas jalan yang menjadi pusat kawasan wisata terbesar di Yogyakarta.

Trotoarnya dipenuhi dengan pertokoan dan warung kecil yang menyediakan bermacam barang dagangan. Utamanya oleh-oleh khas kota Yogyakarta atau biasa disebut Jogja. Mulai dari cemilan hingga karya kerajinan. Pada malam hari, tepiannya dipenuhi dengan tempat makan dengan konsep lesehan.

Jalan pendek ini menjadi perwujudan konsep tata kota Jawa Kuno. Menjadi bagian dari sumbu imajiner Utara – Selatan yang menghubungkan Laut Selatan dan Gunung Merapi dengan keraton berada di tengah-tengah.

Asal mula nama jalan ini

Tuesday, July 14, 2015

Anggur Obat Kuat dari Laos

Cobra dan kalajengking dianggap sebagai hewan berbisa yang mematikan. Meski demikian, dalam budaya masyarakat di beberapa tempat di Asia hewan berbahaya ini juga merupakan obat.

Dalam tradisi tua Cina, hewan berbisa ini direndam di dalam anggur beras. Tradisi yang sama juga bisa ditemui di beberapa negara Indocina. Sebut saja, Laos dan Vietnam sebagai contoh.

Di Laos, anggur beras semacam ini diproduksi di pedesaan. Misalnya di desa Ban Xang Hai. Desa tepi Sungai Mekong di ulu kota tua Luang Prabang. Anggur ini juga dijual di pasar malam di kota Luang Prabang. 

Hewan berbisa yang direndam di dalam anggur dipercaya akan meningkatkan khasiat anggur sebagai obat. Khasiat paling populer, sebagai obat kuat. Untuk meningkatkan kejantanan.

Ada yang merasa kurang jantan? Ummm... ###

Sunday, July 5, 2015

Buddha Head In the Bodhi Tree























Salah satu kepala Buddha yang amat terkenal di dunia adalah yang terdapat di kuil Wat Mahathat, kota kuno Ayutthaya. Kepala sang Buddha seolah-olah muncul dari sebatang pohon bodhi. Foto arca ini menghiasai kartu pos, website dan blog, serta buku-buku wisata Thailand.

Kuil Wat Mahathat diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Seiring dengan serangan kerajaan Burma yang membumihanguskan Ayutthaya pada pertengahan abad ke-18, kuil ini pun ikut dihancurkan. Istana dan kuil runtuh. Banyak patung Buddha ikut hancur. Ini menjadi salah satu jawaban kenapa banyak patung Buddha di Ayutthaya dalam keadaan tanpa kepala.

Serangan Burma membuat kota ini jadi puing. Hingga kemudian direstorasi oleh Pemerintah Thailand. Wat Mahathat baru mulai direstorasi pada tahun 1950-an.

Bagaimana kepala Buddha di reruntuhan kuil ini dapat terpeluk pohon bodhi?

Saturday, July 4, 2015

Lukisan Pra-Sejarah di Gua Beloyot

























Perancis punya lukisan Lascaux. Lukisan pra-sejarah di dinding gua Lascaux di Dordogne. Di Indonesia, lukisan pra-sejarah semacam ini ada di beberapa tempat. Lukisan di Gua Maros, dipercaya sebagai karya seni pra-sejarah tertua di dunia. Dibuat sekitar 40.000 tahun silam. Di Pulau Kalimantan, lukisan sejenis salah satunya terdapat di Gua Beloyot, Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Friday, July 3, 2015

tiGGer di Dada Ken Dedes

Gara-gara melihat betis Ken Dedes, Ken Arok tak bisa tidur. Arok dilanda galau siang malam. Memikirkan cara merebut perempuan agung ini dari tangan Tunggul Ametung. Demikian dikisahkan.

Peristiwa sekilas di saat istri Tunggul Ametung itu turun dari Kereta Kencana, melahirkan cerita yang panjang hingga ke berdirinya kerajaan Singasari. Arok bukan hanya merebut Dedes dari tangan Tunggul Ametung. Lebih dari itu. Arok membunuh sang akuwu (penguasa) Tumapel yang merupakan wilayah bawahan Kerajaan Kediri, lalu mendirikan kerajaan Singasari. Dedes yang dalam cerita rakyat disebutkan memiliki kecantikan sempurna, menjadi permaisuri Arok.

Kecantikan Dedes terabadikan pada arca Prajnaparamita, ibu dari segala kebijaksanaan. Arca ini ditemukan di komplek Candi Singasari, Malang. Salah satu arca yang masih utuh sempat di boyong ke negeri Belanda dan menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde di kota Leiden. Tapi kemudian kembali ke Indonesia pada awal tahun 1978 dan kini ditempatkan Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Satu Arca Prajnaparamita atau Ken Dedes yang tersisa masih bisa dijumpai terpajang di halaman di candi Singasari. Sayangnya, dalam keadaan tanpa kepala.

Mengunjungi Chairil Anwar Malang


Kalau ku mati, dia mati iseng sendiri.
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
 [Chairil Anwar]


Dua kalimat di atas merupakan penggalan bait terakhir dua puisi penyair besar Indonesia, Chairil Anwar. “Cintaku Jauh di Pulau” dan “Sia-sia”. Bait-bait puisi yang otomatis teringat setiap kali tiGGer menyinggahi Chairil Anwar di Kota Malang.

Sastrawan besar Indonesia ini masih bisa dijumpai di taman kecil berbentuk segitiga pada percabangan jalan Kayutangan. Terabadikan dalam rupa patung dada atau patung torso. Berdiri membelakangi gereja Katolik Hati Kudus Yesus.

Chairil adalah milik Indonesia. Datang dari keluarga Minang tulen, lahir di kota Medan, hembuskan napas terakhir dan dikebumikan di Jakarta, tapi diabadikan dalam bentuk pertama kali justru di Kota Malang.

Mungkin banyak orang bertanya-tanya kenapa ada patung Chairil Anwar di kota Malang. Apa ada hubungan khusus antara Chairil Anwar dan Malang? Sebagai catatan, diketahui ada dua monumen Chairil Anwar di Indonesia. Di Kota Malang dan Jakarta. Di tanah kelahiran sang penyair ini, Medan, tidak ada.