Showing posts with label Pelesir Kota. Show all posts
Showing posts with label Pelesir Kota. Show all posts

Sunday, July 26, 2015

[Susur Sisi Musi] Kemarau Cinta Pulau Kemaro



“If you jump, I jump”

 Kutipan yang berasal dari film Titanic ini ternyata sudah lama dilakukan oleh sepasang kekasih untuk membuktikan kesetiaan cinta mereka dan terbentuklah sebuah legenda.

Alkisah, sepasang kekasih itu berasal dari dua ras yang berbeda. Seorang pedagang juga pangeran berasal dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann, datang ke Palembang untuk berdagang. Di sana ia bertemu dengan seorang perempuan cantik bernama Siti Fatimah, puteri dari Raja kerajaan Sriwijaya dan ingin meminangnya. 

Sebelum dipinang, Siti Fatimah diajak oleh Tan Bun Ann menemui orang tuanya di daratan Cina. Sepulang dari daerah asal Tan Bun Ann, mereka membawa tujuh buah guci, hadiah dari orang tua Tan Bun Ann. Dikatakan, tujuh guci yang mereka bawa pulang berisi emas. Tan Bun Ann segera membuka satu guci tersebut dan ternyata berisi sawi-sawi busuk.

Secangkir Kopi Sepenembakan Meriam

Letaknya tersembunyi. Hanya sepenembakan meriam kuno dari Keraton Yogyakarta. Cocok untuk yang ingin menikmati secangkir kopi dengan suasana tenang.

Persinggahan tiGGer ke kedai kopi ini pun tanpa sengaja. Teman seperjalanan tiGGer sedang mencari tempat untuk mengerjakan satu tulisan yang harus dikirim hari itu juga. Pilihannya jatuh pada kedai kopi. Hanya beberapa jam sebelum kereta Yogya – Blitar datang menjemput.

Beberapa saran yang dimintakan ke beberapa kerabat melalui pesan ponsel tampaknya tak cocok.

Thursday, July 16, 2015

Welcome to Malioboro (Tanpa) Country!

Bukan Marlboro. Tapi Malioboro. Nama sebuah jalan yang hanya berpanjang sekitar setengah kilometer. Inilah ruas jalan yang menjadi pusat kawasan wisata terbesar di Yogyakarta.

Trotoarnya dipenuhi dengan pertokoan dan warung kecil yang menyediakan bermacam barang dagangan. Utamanya oleh-oleh khas kota Yogyakarta atau biasa disebut Jogja. Mulai dari cemilan hingga karya kerajinan. Pada malam hari, tepiannya dipenuhi dengan tempat makan dengan konsep lesehan.

Jalan pendek ini menjadi perwujudan konsep tata kota Jawa Kuno. Menjadi bagian dari sumbu imajiner Utara – Selatan yang menghubungkan Laut Selatan dan Gunung Merapi dengan keraton berada di tengah-tengah.

Asal mula nama jalan ini

Tuesday, July 14, 2015

Anggur Obat Kuat dari Laos

Cobra dan kalajengking dianggap sebagai hewan berbisa yang mematikan. Meski demikian, dalam budaya masyarakat di beberapa tempat di Asia hewan berbahaya ini juga merupakan obat.

Dalam tradisi tua Cina, hewan berbisa ini direndam di dalam anggur beras. Tradisi yang sama juga bisa ditemui di beberapa negara Indocina. Sebut saja, Laos dan Vietnam sebagai contoh.

Di Laos, anggur beras semacam ini diproduksi di pedesaan. Misalnya di desa Ban Xang Hai. Desa tepi Sungai Mekong di ulu kota tua Luang Prabang. Anggur ini juga dijual di pasar malam di kota Luang Prabang. 

Hewan berbisa yang direndam di dalam anggur dipercaya akan meningkatkan khasiat anggur sebagai obat. Khasiat paling populer, sebagai obat kuat. Untuk meningkatkan kejantanan.

Ada yang merasa kurang jantan? Ummm... ###

Monday, July 13, 2015

Gojek Go tiGGer Go!

Satu kata untuk transportasi Jakarta: macet!

Pesatnya laju pertumbuhan mobil, ketaktersediaan transportasi massal yang nyaman, memperlihatkan negara lamban hadir di sektor ini. Maka lahirlah solusi personal. Jumlah sepeda motor melonjak drastis. Makin macet.

Meski bukan solusi terbaik, tapi keberadaan ojek terasa membantu. Postur ramping sepeda motor memungkinkan moda transportasi ini menyelinap di antara kemacetan. Karena itu ojek, jasa antar pakai sepeda motor, menjadi pilihan saat kepepet.

Ojek adalah peluang bisnis di kota besar. Tak heran bila kemudian usaha yang semula dilakukan perorangan ini dilirik pemilik modal, hingga lahirlah gojek, sebuah perusahaan penyedia jasa ojek yang saat ini telah beroperasi di beberapa kota selain Jakarta.

Suatu kali, tiGGer ––tepatnya pemilik tiGGer–– mengejar waktu mengejar janji. Setiba di bandara Halim Perdana Kusuma, sore sudah jam lima.  Gojek Jadi pilihan. Pesan lewat aplikasi di smart-phone. Tarif murah. Jarak 23 kilometer, Bandara Halim Perdana Kusuma – Pondok Cabe, hanya bayar Rp 10 ribu. Ya, sedang promo.


Saat ini, ia bisa dianggap solusi. Itu saja. ###

Sunday, July 12, 2015

Petualangan di Kota Bayangan


Tumbuh di dataran tinggi yang kerap ditutupi kabut, megah di tengah rimba, seperti kemah kafilah di negeri asing. Demikianlah kesan yang timbul ketika #tiGGerNyasar ke Kota Tembagapura.

Kota Tembaga Pura merupakan kota yang dibangun khusus untuk kepentingan kegiatan pertambangan emas milik Freeport McMoron di Papua. Tepatnya di Kabupaten Mimika.

Tidak gampang untuk mencapai kota ini.

Sunday, July 5, 2015

Buddha Head In the Bodhi Tree























Salah satu kepala Buddha yang amat terkenal di dunia adalah yang terdapat di kuil Wat Mahathat, kota kuno Ayutthaya. Kepala sang Buddha seolah-olah muncul dari sebatang pohon bodhi. Foto arca ini menghiasai kartu pos, website dan blog, serta buku-buku wisata Thailand.

Kuil Wat Mahathat diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Seiring dengan serangan kerajaan Burma yang membumihanguskan Ayutthaya pada pertengahan abad ke-18, kuil ini pun ikut dihancurkan. Istana dan kuil runtuh. Banyak patung Buddha ikut hancur. Ini menjadi salah satu jawaban kenapa banyak patung Buddha di Ayutthaya dalam keadaan tanpa kepala.

Serangan Burma membuat kota ini jadi puing. Hingga kemudian direstorasi oleh Pemerintah Thailand. Wat Mahathat baru mulai direstorasi pada tahun 1950-an.

Bagaimana kepala Buddha di reruntuhan kuil ini dapat terpeluk pohon bodhi?

Saturday, July 4, 2015

Mingalaba, Tachileik!

Selepas meyambangi beberapa tempat di Laos, tiGGer kembali ke Thailand. Nyasar ke Segitiga Emas (Golden Triangle). Kawasan di bagian Utara Asia Tenggara sekaligus perbatasan tiga negara, Myanmar, Laos, dan Thailand. Pernah menjadi pusat candu opium utama di Asia Tenggara.

Kadung sampai sana, kenapa tak sekalian menyeberang ke Myanmar?

Salah satu perbatasan kedua negara ini hanya dipegat sebatang sungai selebar kurang lebih 5 meter. Memisahkan dua kota. MaeSai di belah Selatan (Thailand), dan Tachileik di belah Utara (Myanmar). Lihat bendera Thailand di atas kepala #tiGGer dan bendera Myanmar di arah belakang.

Berbekal paspor Indonesia, melintas batas ini bebas visa. Tapi kunjungan dibatasi 24 jam.

Jadilah Semalam di Tachileik. Kota ini sudah menyapa dengan Mingalaba (sapaan rakyat Myanmar) tapi menyukai Baht (mata uang Thailand).

Kunjungan yang singkat. Tapi ada banyak cerita ikut terbawa. Bercengkrama dengan penduduk setempat. Sarapan pagi sederhana, kopi dan martabak, plus keramahan muslim Myanmar.

Cè zù tin ba deh, Tachileik! Terima kasih. ###

* tiGGfie >> THE THAI - BURMESE BORDER GATE

Pompa Angguk Sumur Minyak Tua di Prabumulih




















Prabumulih dikenal sebagai kota minyak di Sumatera Selatan. Salah satu titik penting dalam sejarah industri minyak bumi dan gas alam di Indonesia. Dalam sejarah perminyakan kolonial, wilayah ini lebih dikenal dengan nama Kompleks Palembang Selatan, ladang minyak andalan Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM).

Friday, July 3, 2015

Mengunjungi Chairil Anwar Malang


Kalau ku mati, dia mati iseng sendiri.
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
 [Chairil Anwar]


Dua kalimat di atas merupakan penggalan bait terakhir dua puisi penyair besar Indonesia, Chairil Anwar. “Cintaku Jauh di Pulau” dan “Sia-sia”. Bait-bait puisi yang otomatis teringat setiap kali tiGGer menyinggahi Chairil Anwar di Kota Malang.

Sastrawan besar Indonesia ini masih bisa dijumpai di taman kecil berbentuk segitiga pada percabangan jalan Kayutangan. Terabadikan dalam rupa patung dada atau patung torso. Berdiri membelakangi gereja Katolik Hati Kudus Yesus.

Chairil adalah milik Indonesia. Datang dari keluarga Minang tulen, lahir di kota Medan, hembuskan napas terakhir dan dikebumikan di Jakarta, tapi diabadikan dalam bentuk pertama kali justru di Kota Malang.

Mungkin banyak orang bertanya-tanya kenapa ada patung Chairil Anwar di kota Malang. Apa ada hubungan khusus antara Chairil Anwar dan Malang? Sebagai catatan, diketahui ada dua monumen Chairil Anwar di Indonesia. Di Kota Malang dan Jakarta. Di tanah kelahiran sang penyair ini, Medan, tidak ada.