Showing posts with label Thailand. Show all posts
Showing posts with label Thailand. Show all posts

Tuesday, July 14, 2015

Mendaki Gunung Doi Pha Ngaem

Rencana semula hanya mengunjungi seorang sahabat, Suwae di Ban Nong Tao. Ban atau Desa Nong Tao adalah perkampungan suku Karen, salah satu etnis minoritas yang hidup di wilayah Utara Thailand. Tanpa diduga, sejurus setelah bertemu Suwae, lelaki bernama lengkap Siwakorn Odochao ini menawarkan ide yang susah ditolak. Mendaki gunung Doi Pha Ngaem.

Puncak gunung tertinggi ke-16 se-Thailand ini berada di ketinggian 1.717 meter dml. Dicapai dengan pendakian santai selama kurang lebih 3 jam dari pintu pendakian yang berada di kawasan pertanian wilayah suku Hmong. Jalur menuju puncaknya merupakan pematang sempit diapit jurang. Di atas puncak ada kuil kecil di tengah keanggunan alam.

Hanya semalam di puncak Doi Pha Ngaem. Udara dingin diakrabi dengan api unggun dan anggur beras buatan suku Karen. Tak terlupakan. Kalau ada kesempatan naik gunung lagi, Pah[1]! # # #





[1] Pah, seruan Ayo dalam bahasa Karen.

Sunday, July 5, 2015

Buddha Head In the Bodhi Tree























Salah satu kepala Buddha yang amat terkenal di dunia adalah yang terdapat di kuil Wat Mahathat, kota kuno Ayutthaya. Kepala sang Buddha seolah-olah muncul dari sebatang pohon bodhi. Foto arca ini menghiasai kartu pos, website dan blog, serta buku-buku wisata Thailand.

Kuil Wat Mahathat diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Seiring dengan serangan kerajaan Burma yang membumihanguskan Ayutthaya pada pertengahan abad ke-18, kuil ini pun ikut dihancurkan. Istana dan kuil runtuh. Banyak patung Buddha ikut hancur. Ini menjadi salah satu jawaban kenapa banyak patung Buddha di Ayutthaya dalam keadaan tanpa kepala.

Serangan Burma membuat kota ini jadi puing. Hingga kemudian direstorasi oleh Pemerintah Thailand. Wat Mahathat baru mulai direstorasi pada tahun 1950-an.

Bagaimana kepala Buddha di reruntuhan kuil ini dapat terpeluk pohon bodhi?

Saturday, July 4, 2015

Mingalaba, Tachileik!

Selepas meyambangi beberapa tempat di Laos, tiGGer kembali ke Thailand. Nyasar ke Segitiga Emas (Golden Triangle). Kawasan di bagian Utara Asia Tenggara sekaligus perbatasan tiga negara, Myanmar, Laos, dan Thailand. Pernah menjadi pusat candu opium utama di Asia Tenggara.

Kadung sampai sana, kenapa tak sekalian menyeberang ke Myanmar?

Salah satu perbatasan kedua negara ini hanya dipegat sebatang sungai selebar kurang lebih 5 meter. Memisahkan dua kota. MaeSai di belah Selatan (Thailand), dan Tachileik di belah Utara (Myanmar). Lihat bendera Thailand di atas kepala #tiGGer dan bendera Myanmar di arah belakang.

Berbekal paspor Indonesia, melintas batas ini bebas visa. Tapi kunjungan dibatasi 24 jam.

Jadilah Semalam di Tachileik. Kota ini sudah menyapa dengan Mingalaba (sapaan rakyat Myanmar) tapi menyukai Baht (mata uang Thailand).

Kunjungan yang singkat. Tapi ada banyak cerita ikut terbawa. Bercengkrama dengan penduduk setempat. Sarapan pagi sederhana, kopi dan martabak, plus keramahan muslim Myanmar.

Cè zù tin ba deh, Tachileik! Terima kasih. ###

* tiGGfie >> THE THAI - BURMESE BORDER GATE